Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Situs Kami

APA ITU ILMU FARAILD?

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Setelah beberapa waktu berjalannya zaman yang semakin bertambah tua , semakin berkurang orang yang ‘Alim Ilmu Faraild. Ilmu Faraild adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui bagian waris dan  cara membagi harta warisan serta mengatur hal-hal yang berkaitan dengan  waris.
Jadi ini ilmu hitung-hitungan?, ya betul ini ilmu yang tidak lepas dari hitung-hitungan jadi kalau anda pintar dalam metematika pandai dalam fisika jenius dalam kimia mengapa kita sebagai muslim tidak bisa Ilmu Faraild bahkan mengenalnya mungkin tidak tahu.

Itulah sebabnya saya ingin mengenalkan ilmu yang satu ini toh tidak sesulit dan serumit yang dibayangkan. Pada zaman Nabi sudah ada Sohabat yang sangat ‘Alim dalam Ilmu faraild , beliau adalah Zaid bin Tsabit. Ilmu ini sudah sangat masyhur dikalangan para ulama’. Dan perlu diketahui ilmu yang pertama kali dicabut dari dunia ini adalah Ilmu Faraild sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW:
تعلموا الفرائض وعلموها الناس فاني امرؤ مقبوض وان هذا العلم سيقبض وتظهر الفتن حتى يحتلفان الرجلان في الفريضة فلا يجدان من يفصل بينهما.صححه الحاكم
Artinya:
Belajarlah Ilmu Faraild dan ajarkan kepada manusia karena sesungguhnya manusia akan mati dan ilmu ini akan dicabut dan jelaslah fitnah-fitnah sehingga terjadi 2 orang laki-laki yang berselisih dalam bagian waris maka tidak ada yang menemukan orang yang dapat memisah diantara keduanya.

Dalam kandungan hadis ini jelas kita diperintahkan untuk belajar Ilmu Faraild dan selanjutnya kita disuruh untuk mengajarkannya kepada manusia. Alasan kita disuruh untuk melakukan hal tersebut adalah karena kita adalah manusia kita akan meninggalkan dunia yang fana’ ini dan ilmu ini adalah ilmu yang dicabut dari dunia ini. Dalam pencabutan ilmu itu, Allah tidak langsung mencabut ilmu itu tetapi Allah mencabut para ulama’ sehingga tidak ada orang yang alim dalam agama dan manusia akan bertanya kepada orang yang mereka anggap alim tetapi fatwanya akan sesat dan menyesatkan. Dan kalau ilmu Faraild telah dicabut maka akan terjadi manusia yang saling berselisih dalam harta warisan dan tidak akan ada yang dapat menemukan  orang yang dapat memisahkan diantara mereka semua, sehingga jelaslah fitnah-fitnah diantara mereka. Didalam hadis jelas dikatakan فلا يجدان yang memakai la nafi dan menafikan fi’il mudhori’ yang maknanya istiqbal( menunjukkan waktu yang akan datang) sehingga artinya adalah “tidak ada keduanya  yang akan menemukan”  kata-kata akan ini sangatlah menakutkan, bearti besok suatu saat akan habis orang yang ‘alim dalam Ilmu faraild.

Dalam hadis lain juga dikatakan:
تعلموالفرائض فانها من دينكم وانها نصف العلم وانه علم ينزع من امتي
Artinya:
Belajarlah Ilmu Faraild karena sesungguhnya sebagian dari agamamu dan sesungguhnya setengah dari ilmu dan sesungguhnya ilmu yang akan dicabut dari umatku( Nabi Muhammad).

Perintah Nabi untuk mempelajari ilmu Faraild ini seharusnya disikapi oleh umatnya dengan dibuktikan actionnya. Kita sebagai orang muslim hendaklah menyadari pentingnya ilmu ini dan mau mempelajari dan mengamalkannya kalau ilmu faraild sudah dicabut dari dunia ini maka ilmu-ilmu yang lain juga akan dicabut satu persatu oleh sang Kholik. Salah satu kitab yang cukup masyhur yang membahas ilmu faraild adalah kitab Rahabiyyah berbentuk nadham dibuat oleh Syaikh Abu Abdillah Muhammad bin Ali bin Husain Ar-Rahabi.

 Marilah kita berlomba-lomba untuk selalu terdepan dalam melakukan hal-hal yang positif. Semoga kita dapat sadar dan kembali kepada fitrah kita . semoga bermanfaat.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "APA ITU ILMU FARAILD?"

  1. Saya sering melihat bahwa perhitungan waris dalam Faraid diajarkan dalam waktu berbulan-bulan oleh guru Fiqih, padahal dgn pendekatan matematika sederhana bisa diajarkan dgn lebih mudah dlm waktu 2 jam saja, dan dgn hasil perhitungan yg akurat, tepat serta eksak.

    ReplyDelete
  2. Ya memang, saya sendiri mengalaminya saya belajar ilmu faroild saja baru 2 thn...dan mungkin sekarang sudah banyak aplikasi atau perhitungan yg lebih modern dan mudah tp seyogjanya kita boleh menggunakan metode2 tsb asalkan kita mengetahui cara klasiknya dan tetap berpegang teguh pada prinsip almuhafadhotu 'ala qadimis sholih wal'akhdzu biljadidil aslah. Thanks sobat

    ReplyDelete

Biasakanlah berkomentar setelah membaca artikel dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan.Komentar anda membantu kami untuk memberikan informasi yang lebih baik.