Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Situs Kami

SUNAN GESENG, WALI AGUNG BENDAHARA KERAJAAN DEMAK ( I )


Wali yang makamnya terletak di desa Kauman Kota Kediri ini, sedikit banyak sudah di kenal masyarakat, khususnya di sekitar kediri. Saat haul sunan geseng  saya sempat mendengar penuturan cerita dari salah seorang keturunan beliau yaitu Gus Hadi Kusumo tentang kisah perjalanan hidup Sunan Geseng.

Beliau bernama Raden Cokro, Suatu saat Raden Cokro bersama istrinya membuat gula merah, karena sehari-hari Raden Cokro bekerja sebagai pembuat gula merah. Tiba-tiba mereka berdua bertemu dengan dua orang laki-laki tua, kemudian mereka berdua memperkenalkan namanya sebagai Sunan kalijaga dan Sunan Drajat. Sunan Kalijaga berbincang-bincang dan bertanya tentang keseharian yang dilakukan Raden Cokro beserta keluarganya. Sebelum pamit pergi, Sunan Kalijaga pun memberikan pesan sebuah kalimah syahadat.

Beberapa saat setelah Sunan Kalijaga dan Sunan Drajat pergi, Raden Cokro dan istrinya melanjutkan pekerjaannya membuat gula merah. Berbeda dengan hari biasanya, Raden cokro membaca dan mengamalkan kalimat syahadat yang diberikan oleh Sunan Kalijaga. Tiba-tiba keajaiban datang, adonan yang biasanya akan menjadi gula merah berubah menjadi emas. Raden Cokro dan istrinya terkejut bukan main. Kemudian terpikirkan di benak Raden Cokro bahwa kedua orang laki-laki tersebut pastilah bukan orang biasa. Raden Cokro pun kemudian berniat untuk menimba ilmu kepadanya dan meminta izin kepada sang istri tercinta. “ Istriku, kedua orang itu pastilah bukan orang biasa, ijinkan aku agar dapat berguru kepadanya?”. Sang istripun menyetujui niat baik si suaminya.

Raden Cokro segera bergegas mengejar Sunan Kalijaga, akhirnya setelah menempuh perjalanan cukup panjang dapat bertemu dengan sunan kalijaga. Raden Cokropun menuturkan hal ikhwal kejadian yang telah dialaminya dan meminta izin untuk menjadi muridnya. Sunan Kalijagapun menerimanya sebagai murid dan menyuruhnya bertapa di tengah hutan dan tidak boleh kemana-mana sebelum Sunan Kalijaga datang.

Tiga tahun berjalan, ketika Sunan Drajat bertemu dengan Sunan Kalijaga, ia pun bertanya tentang keadaan muridnya yang ditinggal di hutan. Seketika Sunan Kalijaga teringat tentang Raden Cokro. Dengan Cepat Sunan Kalijaga dan Sunan Drajat menuju ke hutan tempat Raden Cokro bertapa. Dicari di semua tempat tidak ditemukan Raden Cokro. Alhasil Sunan Kalijaga kemudian memberikan saran kepada Sunan Drajat untuk membakar hutan tersebut. Hutan pun terbakar dengan hebatnya, setelah kebakaran mereda, akhirnya kedua Sunan tersebut menemukan Raden Cokro masih bertapa dan dalam keadaan gosong terbakar. Sunan Kalijaga pun memberikan salam kepada Raden Cokro, tetapi raden Cokro tidak menjawabnya. Sunan Kalijagapun mengangguk-angguk seraya berkata,” sekarang engkau sudah sampai tingkat makrifat sehingga tidak bisa menjawab salam yang terucap dari lisanku”. Sunan Kalijagapun memberikan salam lewat hatinya dan Raden Cokro tiba-tiba terbangun dan menjawab salam.

Mulai saat itu Raden cokro terkenal dengan Sunan Geseng karena pernah gosong terbakar di hutan

Bersambung.....

Semoga kisah SUNAN GESENG, WALI AGUNG BENDAHARA KERAJAAN DEMAK bermanfaat

Kata Kunci: kisah sunan geseng, sunan geseng, sunan geseng wali agung, sunan geseng kerajaan demak, kisah wali

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SUNAN GESENG, WALI AGUNG BENDAHARA KERAJAAN DEMAK ( I )"

Post a Comment

Biasakanlah berkomentar setelah membaca artikel dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan.Komentar anda membantu kami untuk memberikan informasi yang lebih baik.