Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Situs Kami

KISAH SYAIKH FADHAL DAN SANG IBU KANDUNGNYA

Assalamu'alaikum


Duniaislam.web.id dalam kesempatan kali ini akan menceritakan tentang bagaimana akibat seseorang tidak melakukan sesuatu tanpa mendapat izin ibunya. Suatu ketika ada seorang lelaki separuh baya bernama Syaikh Fadhal. Syaikh Fadhal suatu saat berniat untk pergi ke mekkah, sebelum beliau pergi ke mekkah beliau datang ke ibunya untuk meminta izin. Tetapi ibunya tidak meridhoinya untuk pergi ke mekkah. Tapi Syaih Fadhal tetap nekat untuk menuju mekkah. 

Malam-malam ia keluar dari rumahnya segera menuju ke mekkah meskipun tanpa izin dari ibunya. tapi ibunya melihat dari belakangnya dan berdoa," Wahai tuhanku, sungguh anakku telah membakarku dengan api perpisahan, sudilah engkau untuk membalasnya dengan siksaan". Saat Syaikh Fadhal sampai di sebuah kota, beliau pergi ke suatu masjid untuk beribadah. Di saat yang lain, ada seorang pencuri masih perkampungan dan mencuri di sebuah rumah. Si pemilik rumahpun tahu akan hadirnya seorang pencuri di rumahnya, maka ia segera berteriak. Si pencuri segera lari tunggang langgang secepat mungkin agar tidak tertangkap oleh masyarakat. Ia berlari di samping masjid tempat syaikh Fadhal beribadah dan kemudian ia hilang tanpa bekas. 

Masyarakat yang mencarinya pun  bingung. Mereka berfikir si pencuri pasti berada di dalam masjid. Mereka berbondong-bondong menangkap Syaih Fadhal dan menyerahkannya ke pemimpin kota. Sang pemimpin kota pun menjatuhi hukuman di kedua tangan dan kakinya serta dikeluarkan kedua matanya. Mereka akhirnya pun melaksanakan hukuman kepada syaih Fadhal. Syaikh Fadhal hanya bisa pasrah menerima nasibnya. Mereka berkata," Inilah hukuman orang yang telah mencuri!". Syaikh Fadhal menjawab," Bukan, ini adalah hukuman orang yang ingin pergi ke mekkah tanpa restu ibunya". Saat mereka tahu yang dihukum adalah syaikh fadhal mereka menangis tak henti-hentinya dan kemudian membawa  Syaih Fadhal ke ibunya.

Dalam rumah ibunya terdengar suara," Wahai tuhanku!!!, jika engkau telah memberi cobaan kepada anakku, kembalikanlah ia kepadaku agar aku dapat bertemu dengannya!". Syaikh Fadhal yang  mendengar doa ibunya pun segera berkata dari luar rumah," Aku seorang musafir yang lapar berikanlah aku makanan!". Ibunya menjawab," mendekatlah ke pintu pasti aku beri makanan!". Syaikh Fadhal menyahut," bagaimana aku pergi menuju ke pintu sedangkan aku tidak mempunya kedua kaki". Ibunya berkata," Julurkanlah tanganmu!". Syaih Fadhal berkata," bagaimana aku akan menjulurkan tanganku sedangkan aku tidak mempunyai kedua tangan". Ibunya berkata," bagaimana aku akan memberikan makanan sedangkan antara kita bukan mahram". syaih Fadhal berkata" janganlah khawatir, kedua pasang mata ku telah buta".

Ibunya pun keluar dari rumah dengan membawa sebuah roti dan segelas air dingin. saat sampai di depannya, Syaih fadhal segeral meletakkan dahinya ke kaki ibunya dan berkata," Aku ini anakmu yang durhaka". Saat Ibunya tahu bahwa itu adalah anaknya maka ia menangis dan berdoa,"  Ya Allah Jika ini memang yang telah di takdirkan cabutlah ruhku dan ruh anakku sehingga tidak ada seorangpun yang melihat kita". Sang ibu dan anak pun bermunajat maka saat ia tertidur, Allah mencabut Ruh mereka berdua. Subhanallah.

Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari  KISAH SYAIKH FADHAL DAN SANG IBU KANDUNGNYA bermanfaat, baca juga TANGAN DAN MATA YANG TERKENA NAJIS

Kata Kunci: kisah anak dan ibu, kisah syaikh fadhal, kisah anak yang tidak menuruti nasehat ibunya, kisah syaikh fadhal dan ibunya

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KISAH SYAIKH FADHAL DAN SANG IBU KANDUNGNYA"

Post a Comment

Biasakanlah berkomentar setelah membaca artikel dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan.Komentar anda membantu kami untuk memberikan informasi yang lebih baik.