Terima Kasih Telah Berkunjung Ke Situs Kami

SUNAN GESENG, WALI AGUNG BENDAHARA KERAJAAN DEMAK ( II )

Baca sebelumnya SUNAN GESENG, WALI AGUNG BENDAHARA KERAJAAN DEMAK ( I )

Setelah tersohor dengan nama Sunan Geseng, Sunan Kalijaga mengikut sertakan dalam majelis wali di Demak untuk bersama-sama mendirikan Kerajaan Islam pertama di pulau Jawa dengan Raden Patah sebagai sultannya. Majelis Walipun mengangkat Sunan Geseng sebagai bendahara kerajaan Islam Demak Bintoro. Hari pengangkatan dan pelantikan Raden Patah tinggal satu minggu, Sunan Kudus sebagai panglima perang kerajaan Demak segera mengumumkan dan mengundang masyarakat Islam di pulau Jawa untuk ikut serta hadir di Bintoro Demak. Sunan gesengpun diperintah untuk mempersiapkan makanan dan minuman untuk jamuan para tamu.

Tinggal satu hari lagi hari pelantikan tiba, Sunan Kalijaga melihat ke dapur tempat persiapan jamuan. Alangkah terkejutnya, Sunan Kalijaga melihat tidak ada persiapan apa-apa. Para juru masak segera di tanya Sunan Kalijaga, dan mereka mengatakan belum menerima segala keperluan untuk jamuan dari Sunan Geseng. Sesegera mungkin Sunan Kalijaga mencari Sunan Geseng untuk diminta pertanggung jawaban. Sunan Geseng yang sedang asyik bertawajuh dan berdzikir kepada Allah SWT di masjid kaget akan datangnya gurunya. Setelah Sunan Kalijaga menceritakan semuanya kepada Sunan Geseng, Sunan Gesengpun terkejut dan memohon maaf karena beliau lupa akan tugasnya sebab keasyikan berdzikir.

Segera mungkin Sunan Geseng pergi ke hutan, beliau bingung apa yang harus dilakukan. Sementara acara tinggal besok pagi. Beliaupun berdoa agar segera di berikan petunjuk. Ilham pun datang, Sunan Geseng segera mencari bambu dan memotongnya menjadi bagian pendek. Setelah mendapatkan apa yang dicarinya Sunan Geseng segera bertemu dengan Sunan Kalijaga untuk melaporkan bahwa pekerjaannya hampir beres. Setelah bertemu dengan Sunan Kalijaga, Sunan Kalijaga bingung dan bertanya,” bagaimana bisa jamuan semua tersedia dengan hanya sebuah bambu pendek”. Sunan Geseng menjawab,” Tunggu dulu kanjeng, lihat dulu apa yang terjadi”.

Sesegera mungkin Sunan Geseng berdoa, dan tiba-tiba dari lubang bambu muncul suara dan keluar tempe yang cukup banyak. “hmmmm, hebat sekali. Apa bisa muncul tahu dari bambumu?”. Sunan Kalijaga bergumam.  Segera Sunan Geseng berdoa dan walhasil tahupun keluar dari bambunya. Sunan Kalijaga berkata,” lho...ini kan acara pelantikan masak lauknya cuma tahu tempe, apa bisa dari lubang kecil itu keluar kambing atau sapi?”. Sunan Gesengpun berdoa, kambing dan sapipun keluar dari bambu. Akhirnya Semua keperluan untuk jamuan tercukupi dan acara pelantikan Raden Patah sebagai sultan pertama Kerajaan Islam Demak Bintoro pun sukses digelar.

Salah satu ajaran Sunan Geseng yang beredar di masyarakat adalah, Ojo ngaku sugeh yen durung shodaqoh, Ojo ngaku alim yeng durung ngamalno ilmune artinya jangan mengaku kaya jika belum mau beshodaqoh, jangan ngaku pintar kalau belum mengamalkan ilmunya.

Itulah sepenggal perjalanan hidup, karomah dan sejarah dari wali agung Sunan Geseng. Semoga bermanfaat

Kata Kunci: kisah sunan geseng, sunan geseng, sunan geseng wali agung, sunan geseng kerajaan demak, kisah wali

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SUNAN GESENG, WALI AGUNG BENDAHARA KERAJAAN DEMAK ( II )"

Post a Comment

Biasakanlah berkomentar setelah membaca artikel dengan menggunakan kata-kata yang baik dan sopan.Komentar anda membantu kami untuk memberikan informasi yang lebih baik.